Serviks inkompeten adalah kondisi yang dapat terjadi saat
kehamilan. Itu berarti bahwa serviks Anda telah menjadi lemah dan mungkin telah
terdilatasi (atau terbuka), sehingga meningkatkan risiko keguguran. Untungnya,
ada hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk mendukung kesehatan serviks dan bayi
Anda yang sedang berkembang.
Bekerja Sama dengan Dokter untuk Mencegah Kondisi Ini
1. Pahami apa itu serviks inkompeten.
Serviks inkompeten juga
dapat disebut sebagai ketidakcukupan serviks (cervical insufficiency). Itu
berarti bahwa serviks Anda telah memendek, membentuk corong, atau terdilatasi
pada saat trimester kedua kehamilan Anda. Jika bentuk serviks berubah, ada
potensi keguguran.
Serviks Anda dapat berubah karena berbagai alasan, termasuk
(di antara alasan-alasan lainnya) :
• Riwayat
bedah dan trauma serviks.
• Riwayat
laserasi serviks dengan persalinan vagina.
• Cacat
kongenital (kelainan anatomis).
2. Ketahui gejala-gejala serviks inkompeten.
Jika takut bahwa
Anda mungkin berisiko terkena kondisi ini dan sedang mengalami masalah
kesehatan, penting untuk mengetahui apa yang harus diwaspadai dalam hal
menentukan apakah Anda mengalami serviks inkompeten atau tidak.
Meskipun
berbeda pada setiap wanita, gejala-gejala yang perlu diwaspadai meliputi :
• Kram
perut dan nyeri punggung bawah.
• Buangan
vagina.
• Pendarahan
vagina.
3. Berikan riwayat medis lengkap Anda kepada dokter.
Anda akan
harus sepenuhnya jujur dan terbuka mengenai riwayat medis Anda, termasuk
riwayat aborsi yang mungkin Anda miliki. Informasi tersebut dapat berperan
besar dalam menentukan apakah Anda berisiko mengalami serviks inkompeten atau
tidak.
Informasi yang akan harus Anda berikan meliputi :
• Prosedur
bedah.
• Riwayat
aborsi (baik pada trimester pertama ataupun kedua).
• Persalinan
prematur.
4. Jadwalkan pertemuan untuk pemeriksaan
Pemeriksaan merupakan
satu-satunya cara untuk menentukan apakah Anda memiliki serviks inkompeten atau
tidak, atau apakah Anda berisiko mengalaminya atau tidak. Jika khawatir bahwa
Anda mungkin mengalami kondisi ini, jadwalkan sonografi transvaginal pada
minggu kehamilan Anda yang ke-14 sampai 16.
Dokter akan dapat melihat apakah
serviks terdilatasi (atau terbuka) secara abnormal atau tidak :
• Pada
minggu ke-18 sampai 22, Anda dapat menjalani pemeriksaan ultrasonografi untuk
mengukur serviks Anda.
• Jika
tidak hamil, tetapi mencemaskan bahwa Anda mungkin mengalami serviks inkompeten
dan khawatir akan anak-anak Anda di masa depan, Anda dapat menjalani
pemeriksaan fisik, di mana serviks Anda akan diperiksa dan diukur untuk
menentukan apakah serviks Anda berisiko atau tidak.
5. Diskusikan penjahitan serviks (cerclage) dengan dokter.
Penjahitan serviks adalah sejenis jahitan yang dilakukan di bawah bukaan
internal serviks, dan serviks dikencangkan dengan jahitan berbentuk melingkar
(yang berarti serviks dikencangkan sehingga tidak dapat terdilatasi—atau
terbuka—lebih lebar dari yang seharusnya). Ini sebenarnya merupakan cara
terbaik untuk mencegah serviks inkompeten jadi jika Anda berisiko tinggi
mengalami kondisi ini, bicarakan dengan dokter tentang prosedur.
• Jahitan
dilakukan pada minggu kehamilan yang ke-12 sampai 14 dan diangkat kira-kira
pada minggu kehamilan yang ke-36 sampai 38.
Mengubah Pola Hidup Anda
1. Hindari olahraga intens.
Anda harus menghindari semua
olahraga yang memberi tekanan pada tubuh. Olahraga jenis itu dapat memengaruhi
kekuatan serviks dan dapat menyebabkan Anda mengalami serviks inkompeten. Satu
olahraga yang pasti aman untuk dilakukan adalah yoga. Anda sebaiknya
mempraktikkan yoga dengan instruktur bersertifikat yang mengajar kelas yoga
kehamilan. Kamu bisa lakukan :
• Lari,
senam dan olahraga apa pun yang menggerakkan tubuh Anda ke atas dan bawah.
2. Banyak istirahat.
Merasa stres atau melakukan kerja fisik
dapat menyebabkan Anda mengalami serviks inkompeten, terutama jika servis Anda
memang sudah sedikit lemah. Stres berperan besar dalam tekanan darah dan kadar
glukosa, di mana keduanya dapat memengaruhi kesehatan bayi dan kekuatan
serviks. Biarkan diri Anda beristirahat dan relaks selama kehamilan untuk
mencegah komplikasi apa pun :
• Lakukan
latihan pernapasan untuk menjaga diri Anda tetap tenang.
• Lakukan
meditasi setiap hari untuk tetap relaks.
• Hindari
mengangkat benda berat dan sebagian besar pekerjaan fisik lainnya.
3. Hindari zat-zat beracun seperti alkohol dan rokok.
Zat-zat
tersebut diketahui tidak baik untuk bayi Anda, jadi Anda harus menghindari
zat-zat tersebut tidak peduli apakah Anda memiliki serviks yang lemah atau
tidak. Mengenai serviks inkompeten, zat-zat seperti alkohol dan narkoba
diketahui mengubah pengambilan keputusan Anda, yang dapat menyebabkan Anda
cedera dan mengalami serviks inkompeten. Menjauhlah dari :
• Alkohol.
• Tembakau
jenis apa pun.
• Obat-obatan
yang dapat disalahgunakan.
• Kafein.
4. Hindari penggunaan obat-obat tertentu.
Anda harus
menghindari obat tocogenic. Tocogenic adalah istilah yang mendeskripsikan
stimulasi kontraksi rahim. Khususnya, usahakan untuk menghindari obat-obat di
bawah ini (kecuali diinstruksikan yang sebaliknya oleh dokter) :
• Misoprostol
(Citotec).
• Dinoprostone
(Cervidil).
• Methylergometrine
(merk dagang Methergine).
• Ergotamine
(Ergomar).
• Oksitosin.
5. Jadwalkan pemeriksaan dengan dokter kandungan setiap bulan.
Jika cemas bahwa Anda mungkin berisiko mengalami serviks inkompeten, Anda
sebaiknya periksa ke dokter kandungan setidaknya sekali sebulan (jika tidak
lebih sering) untuk memastikan kehamilan Anda berjalan lancar.
Memperkaya Pola Makan Anda
1. Tingkatkan jumlah asam folat yang Anda konsumsi setiap hari.
Asam folat (yang juga dikenal sebagai vitamin B) sangat penting terutama selama
kehamilan karena menstimulasi pembelahan dan pertumbuhan sel.
• Anda bisa
mendapatkan banyak asam folat dengan mengonsumsi multivitamin prenatal yang
mengandung 0,5 mg asam folat dua kali sehari, atau menurut petunjuk dokter.
2. Tingkatkan jumlah kalsium yang Anda konsumsi setiap hari.
Kalsium berperan dalam perkembangan gigi, tulang, pembuluh darah, dan otot bayi
Anda. Kalsium juga akan menjaga serviks tetap kuat. Anda dapat mengonsumsi
suplemen kalsium tetapi Anda juga dapat meningkatkan asupan makanan kaya
kalsium, seperti :
• Susu dan
produk susu lainnya seperti yoghurt dan keju.
• Sayuran
seperti brokoli, kubis keriting, bendi, dan kacang Arab.
• Kacang-kacangan
seperti almon, kacang Brazil, kacang hazel, dan biji wijen.
• Buah-buahan
seperti aprikot, ara, dan currant.
3. Tingkatkan asupan magnesium Anda.
Beberapa penelitian
baru-baru ini telah menunjukkan bahwa magnesium dapat mengurangi peluang Anda
mengalami kontraksi rahim prematur (kontraksi ini dapat menyebabkan serviks
inkompeten). Sumber bagus magnesium meliputi :
• Bayam dan
Swiss chard.
• Biji
labu, kacang kedelai, biji wijen, dan biji bunga matahari.
• kacang
hitam, kinoa, kacang navy, dan kacang kedelai.
4. Konsumsi cukup vitamin D.
Penting untuk memiliki kadar
vitamin D yang sehat selama kehamilan dan tepat setelah melahirkan karena
membantu meregulasi kadar fosfat dan kalsium dalam tubuh. Anda seharusnya
berusaha mengonsumsi 10 mikrogram vitamin D setiap hari. Anda dapat mengonsumsi
suplemen atau memakan makanan kaya vitamin D seperti :
• Salmon
liar.
• Makerel.
• Jamur.
• Susu,
yoghurt, dan keju.
• Kuning
telur.
1. Ketahui bahwa bayi Anda masih dapat lahir dengan sehat.
Penting untuk mengingat untuk tidak panik jika Anda didiagnosis menderita
serviks inkompeten. Anda masih dapat melahirkan seorang bayi yang bahagia dan
sehat tetapi Anda harus mengikuti petunjuk dokter. Ada dua pendekatan untuk
mengatasi serviks inkompeten: pendekatan medis dan pendekatan bedah.
2. Bicarakan dengan dokter tentang pendekatan medis.
Jika
serviks inkompeten Anda tidak terlalu parah (maksudnya serviks belum
terdilatasi terlalu lebar), Anda mungkin sebaiknya mempertimbangkan pendekatan
medis. Itu berarti istirahat di tempat tidur pada sebagian besar waktu,
menghentikan semua kegiatan seksual, dan mengonsumsi obat. Obatnya yaitu
indomethacin.
• Indomethacin :
Obat ini juga disebut dengan merk dagangnya, yaitu Indocin, Indocin SR, dan
Tivorbex. Obat ini adalah NSAID (obat antiinflamasi nonsteroid) yang menurunkan
risiko persalinan prematur pada pasien yang mengalami serviks lebih pendek
sebelum 24 minggu kehamilan. Dosis yang digunakan adalah 100 mg satu kali,
diikuti dengan 50 mg setiap 6 jam selama 48 jam, atau menurut petunjuk dokter.
Perawatan ini seharusnya hanya diberikan oleh dokter spesialis.[13]
3. Diskusikan pendekatan bedah dengan dokter.
Penjahitan
serviks telah dibahas di Metode 1 sebagai sebuah cara untuk mencegah serviks
inkompeten, tetapi ini juga merupakan cara untuk merawat kondisi tersebut.
Seperti yang telah disebutkan di atas, jahitan dilakukan pada bukaan serviks,
sehingga menjaga bukaan tersebut tertutup untuk mencegah keguguran. Sebelum
melahirkan, jahitan akan diangkat sehingga Anda dapat melahirkan secara alami.
SEMOGA BERMANFAAT

Tidak ada komentar:
Posting Komentar