Kualitas Otak Janin dipengaruhi oleh :
1. Perkembangan
positif dalam kandungan
o Kebutuhan
biologis (fisik) berupa nutrisi bagi ibu hamil
o Asupan
protein, karbohidrat, dan mineral terpenuhi dengan baik, bukan hanya ketika
mengandung, melainkan ketika ia siap untuk mengandung
o Tidak
menderita penyakit yang akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak dalam
kandungannya
2. Kasih
sayang/penerimaan
o Seorang
ibu harus menerima kehamilan itu, dalam arti kehamilan yang benar-benar
dikehendaki
o Si ibu
hamil harus siap dan dapat menerima risiko dari kehamilannya,
o Pernikahannya
direstui atau tidak, dan apakah ada komitmen antara istri dan suami
o Support
dari orang tua dan keluarga, sehingga seorang ibu dapat menerima kehamilannya
dengan hati tentram
3. Perhatian
penuh dari si ibu hamil terhadap kandungannya/stimulasi
o Memberikan
rangsangan/stimulasi dan sentuhan secara sengaja kepada bayi dalam kandungannya
o Karena
secara emosional akan terjadi kontak
o Jika
ibunya gembira dan senang, dalam darahnya akan melepaskan zat-zat rasa senang,
sehingga bayi dalam kandungannya juga
akan merasa senang
o Sebaliknya,
bila si ibu selalu merasa tertekan, terbebani, gelisah, dan stres, ia akan
melepaskan zat-zat dalam darahnya yang mengandung rasa tidak nyaman tersebut,
sehingga secara tidak sadar bayi akan
terstimuli juga ikut gelisah
o Yang
paling baik adalah stimuli berupa suara-suara, elusan, dan nyanyian yang
disukai si ibu. Hal ini akan
merangsang bayi untuk ikut senang
o Berbeda
jika si ibu melakukan hal-hal yang tidak disukainya, karena itu sama saja
memberikan rangsangan negatif pada
bayi
Menstimulus bayi dalam kandungan bisa dilakukan oleh semua
ibu bahkan ibu-ibu pekerja sekalipun, diperlukan waktu 3 - 6 menit per hari asal
dilakukan rutin/konsisten dan juga dengan senang hati.
1. Permainan
Gendang Dasar (minggu ke-17)
Cukup menyediakan gendang kecil dan alat pemukulnya (bisa
dengan pena) gendang tersebut ditempelkan di perut dan tabuhlah secara
beraturan.
o Pada
minggu pertama latihan, cukup dengan menabuhkan gendang, jeda 1/2 detik dan
tabuh lagi sehingga membentuk 2
ketukan, jeda 3 detik dan lakukan berulang selama 1 menit. Lakukan irama ketukan yg sama untuk waktu 1 minggu,
sesudah itu bisa ke 3 ketukan atau variasi 2 – 3 ketukan.
o Lakukan
latihan ini secara rutin dan setiap pengenalan irama dilakukan sekitar 1 minggu
sehingga membuat bayi menjadi
terbiasa dg bunyi. Perhatikan respon bayi.
2. Permainan
Bayi Menendang (minggu ke-20) Sediakan majalah/ koran yg digulung untuk
menguatkan suara
o Ketika
bayi mulai menendang, tepuk/ tekan bagian dimana terasa tendangan si bayi.
o Setelah
beberapa hari, tambahkan kata “tendang” pada saat yang sama ketika ibu
menepuk/menekan, gulungan kertas digunakan sebagai pengeras suara ke arah perut.
3. Permainan
Kata (minggu ke-28)
Kata utama yang dilatihkan ke bayi pralahir adalah kata-kata
yang diasosiasikan dengan indra bayi pralahir seperti sentuhan (Usap, Tepuk,
Tekan, Guncang, Ketuk)gerakan (Bediri, Duduk, Ayun, Goyang), Suara (musik,
keras, bising), dan yang terakhir adalah visual (Terang, gelap).
Pada saat melakukan latihan ini, tahap pertama cukup
mengenalkan kata-kata yang berasosiasi dengan sentuhan selama sekitar 1 minggu.
Dan ulang gerakan/kata sebanyak 3 kali setiap latihan.
Contoh : cari bagian punggung / pantat bayi. Rapatkan
jari-jari dan “tepuk” lah perut Anda sambil mengatakan “Tepuk”. Lakukan 3 kali,
dan baru mulai dengan kata yang lain.
Ketiga permainan ini bisa diawali atau pun diakhiri dengan
memperdengarkan musik ataupun nyanyian yang dibawakan oleh Ibu. Posisi terbaik untuk melakukan stimulus ini adalah ketika si
ibu berbaring telentang dengan sedikit miring, dan juga yang paling penting adalah
lakukan permainan ini ketika ibu merasa gembira. Berbagai kebiasaan balita sebenarnya sudah terbentuk saat
mereka masih dalam kandungan. Misalnya Makan :
a. Pada usia kehamilan 8 minggu, indera perasa mulai muncul
pada lidah bayi
b. Pada minggu ke-12 bayi sudah dapat menelan, dan
c. Mengecap rasa pada usia 20 minggu sebelum kelahiran
Beberapa kebiasaan baik yang dibentuk secara konsisten oleh
ibu - ibu hamil pada dirinya dan bayinya selama kehamilan dapat mengurangi
pelbagai kesulitan yang mungkin timbul ketika sang anak sudah lahir kedunia.
Secara teratur mendengar irama musik tertentu (atau
mendengarkan suara orang mengaji, misalnya) atau bercerita dan berdendang untuk
si jabang bayi dalam kandungannya, atau melakukan relaksasi, akan memungkinkan
ibu-ibu hamil bisa menjalin komunikasi dan membina hubungan positif dengan
bayinya.
SEMOGA BERMANFAAT

Tidak ada komentar:
Posting Komentar