Pada dasarnya, semua jenis latihan aerobik low impact,
seperti renang dan berjalan kaki, aman dilakukan ibu hamil. Yang penting,
latihan tersebut tidak menimbulkan keletihan berlebihan. Nah, jika ingin mencoba
sesuatu yang berbeda, yoga bisa dijadikan pilihan.
Berikut pertanyaan yang
kerap dilontarkan para calon ibu seputar hal ini :
Secara umum ya, kecuali jika dokter Anda menyatakan
sebaliknya. Yoga termasuk latihan yang relatif aman, karena lebih banyak
berfokus pada latihan pernapasan. Hanya saja, pada trimester
pertama, ibu hamil biasanya merasa mual, dan asupan makanan cenderung
berkurang, sehingga Anda harus ekstra hati - hati. Jika Anda merasa tidak
benar - benar bugar, tunggu sampai kehamilan memasuki bulan ke - 4.
Prenatal yoga. Yoga jenis ini dirancang khusus untuk
melatih otot rahim dan panggul, guna menunjang perkembangan janin serta
mempersiapkan tubuh untuk proses persalinan.
Penggabungan gerakan (asana) dan pernapasan (pranayama)
dalam yoga terbukti bisa mengurangi berbagai keluhan di masa kehamilan. Saat
hamil, calon mama biasanya memang mengalami berbagai keluhan seperti rasa sakit
pada pinggang dan punggung, rasa nyeri pada persendian, sembelit serta
pembengkakan pada kaki. Pada sebagian calon mama, keluhan yang dirasakan bahkan
sampai mengganggu keseharian. Nah, gerakan prenatal yoga bisa memperlancar
pencernaan dan sistem sirkulasi tubuh.
Melakukan pernapasan terkontrol selama hamil bisa
menyelaraskan jiwa dan raga. Bagaimana bisa? Pernapasan terkontrol memperlancar
pengeluaran hormon-hormon yang dapat membersihkan racun tubuh. Selain itu,
teknik pernapasan ini melatih pikiran untuk melepaskan dorongan emosional yang
terpendam, seperti stres, kekhawatiran, dan amarah. Dengan begitu, Anda lebih
tenang serta siap menghadapi masa kehamilan dan persalinan.
Ya. Gerakan prenatal yoga dirancang khusus untuk melatih
otot-otot rahim, agar bisa menunjang ruang gerak janin di dalam kandungan.
Dengan begitu, janin bisa berkembang dan bergerak dengan optimal. Yoga juga
membuat calon mama lebih rileks, dan kondisi ini baik untuk janin. Ingat, saat
stres, tubuh mengeluarkan hormon kortisol. Tak hanya merugikan bagi ibu, hormon
ini juga dapat mengganggu pertumbuhan janin.
Benar! Yoga bisa melatih otot panggul, agar menjadi lebih
kuat dan elastis. Sirkulasi darah di sekitar daerah panggul juga lebih lancar,
sehingga memudahkan Anda melakukan
persalinan secara normal. Dengan latihan pernapasan yang dilakukan selama yoga,
Anda akan terbiasa melakukan napas pendek dan cepat, serta panjang dan dalam.
Latihan napas panjang dan dalam bisa menenangkan calon mama untuk melalui rasa
sakit dalam proses persalinan, serta memicu sistem saraf yang memperlancar
pembukaan dan peregangan dinding vagina. Semua ini sangat besar manfaatnya bagi
proses persalinan.
Anda perlu membiarkan tubuh beradaptasi dengan perubahan
yang terjadi dalam 12 minggu pertama kehamilan. Bila Anda belum pernah
melakukan yoga sebelum hamil, sebaiknya tunggu hingga trimester kedua atau
setidaknya sampai mual atau pusing mulai berkurang. Jika Anda terbiasa beryoga
sebelum hamil, terus lakukan sejak awal kehamilan (kecuali Anda mual atau letih
yang cukup parah di minggu-minggu pertama).
Berkonsultasilah dengan dokter kandungan Anda sebelum mulai
melakukan yoga secara teratur. Lakukan yoga di bawah pengawasan instruktur atau
dalam kelas khusus prenatal yoga, agar Anda mendapat pengarahan seputar gerakan
dan pernapasan yang benar. Bila Anda pernah keguguran, tunggu hingga usia
kehamilan mencapai 16 minggu dan barulah Anda bisa beryoga. Jangan memaksakan
tubuh untuk melakukan gerakan yang malah membuat Anda tidak nyaman. Jadi,
belajarlah untuk memahami batas kemampuan Anda.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar